Perjalanan Seorang Anak Petani Menuju Ilmuwan bisnis global parnertsip dunia


 Perjalanan Seorang Anak Petani Menuju Ilmuwan bisnis global parnertsip dunia 


     Saya tumbuh di tengah keluarga petani di Kabupaten Majene, provinsi Sulawesi Barat. Sejak kecil, saya menyaksikan bagaimana orangtua saya memanen hasil bumi dengan penuh perjuangan, namun di sisi lain melihat hasil pertanian yang belum terkelola atau terjual secara global karena minimnya pengetahuan di desa.


     Pengalaman itu menanamkan dalam diri saya satu pertanyaan yang tidak pernah berhenti bergema, mengapa negeri agraris sebesar Indonesia masih begitu rentan terhadap kemajuan bisnis globalnya.? Pertanyaan itu kemudian menjadi kompas akademis saya hingga hari ini.


     Saya menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas pertanian dan kehutanan prodi agribisnis, Universitas Sulawesi Barat dengan IPK 3,75 dari skala 4,00, lulus pada Oktober 2025. Selama lima tahun di Unsulbar, saya tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga aktif terlibat dalam kegiatan riset dan pengabdian masyarakat yang secara langsung mengasah kapasitas keilmuan saya.


     Pada semester ketujuh, saya berkesempatan menjadi perwakilan perempuan pada kegiatan musrembang di bidang ekonomi dalam tingkat Kecamatan di bawah bimbingan pemerintah dan dosen di mana saya terlibat dalam pendampingan kelompok tani dalam hal pengembangan produk dan bisnis global parnertsip. Dari pengalaman tersebut, saya memahami pentingnya integrasi antara keilmuan penciptaan produk baru dan keilmuan bisnis global parnertsip dunia untuk menghasilkan pendapatan daerah dan negara.


     Selain penelitian, saya juga aktif di luar organisasi internal dan eksternal. Saya menjabat sebagai Ketua bidang keilmuan himpunan mahasiswa agribisnis (periode 2023-2024), di mana saya menginisiasi program 'kegiatan bisnis global, sebuah kegiatan sosialisasi penciptaan produk dan pemasaran bisnis global. Program ini melibatkan banyak pendukung seperti perkembangan dan pengenalan aplikasi sehingga dapat menjual produk secara global. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa inovasi teknologi seperti penggunaan aplikasi yang di sebut platform tidak akan bermakna tanpa keberpihakan pada masyarakat dan negara. Setelah lulus, saya bergabung dan melanjutkan sebagai pendamping kelompok tani di desa divisi pengembangan bisnis global berbasis lokal sejak Desember 2025. Di sini, saya bertanggung jawab atas pengembangan usaha di bidang pemasaran serta terlibat dalam penciptaan produk baru. Selama beberapa tahun mengabdi, saya menyadari bahwa pemasaran bisnis global Indonesia masih sangat minim mulai dari penciptaan produk dan pemasaranya, hingga beberapa Desa terus menurun pendapatannya, padahal potensi produk lokal sangatlah besar peluangnya untuk menghasilkan pendapatan. Kesenjangan ini mendorong saya untuk memperdalam pengetahuan di bidang penciptaan produk dan bidang pemasaran secara global tingkat lanjut di level pascasarjana.


Saya memilih IPB (institut pertanian Bogor) di Indonesia sebagai tujuan studi karena IPB secara konsisten menduduki peringkat 48 di dunia di bidang ilmu pertanian dan kehutanan menurut QS World University Rankings 399 dan peringkat kelima terbaik secara nasional. Program teknologi pangan di IPB menawarkan spesialisasi 'keilmuan teknologi pangan dan pemasaran bisnis global' yang sangat relevan dengan arah riset yang ingin saya tempuh, yakni pengembangan penciptaan pangan fungsional berbasis sumber daya lokal Indonesia. Selain itu, IPB memiliki jaringan kemitraan penelitian yang luas dengan lembaga-lembaga internasional, IPB University memiliki jaringan kemitraan penelitian aktif dengan lebih dari 160 universitas dan institusi global di seluruh dunia termasuk yang membuka peluang kolaborasi lintas negara yang sangat berharga.


Saya juga telah mempersiapkan diri secara bahasa. Skor duolingo 80 kegiatan ini dilaksanakan pada Maret 2025 hingga sekarang yang memenuhi persyaratan minimum di Indonesia. Saya pun telah berkomunikasi dengan alumni IDP kakanda Ilham Tamara dan organisasi PPI perhimpunan pelajar Indonesia yang menyambut baik rencana penelitian saya dan bersedia menjadi co-promotor selama masa studi.


Saya meyakini bahwa beasiswa LPDP bukan sekadar dukungan finansial, melainkan sebuah amanah nasional.


Saya berkomitmen untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi, membawa pulang kompetensi yang relevan, dan berkontribusi nyata pada penguatan industri pangan strategis Indonesia, terutama dalam mendorong hilirisasi produk pertanian lokal agar memiliki nilai tambah yang kompetitif di pasar global. Perjalanan saya dimulai dari kebun kemiri di Majene saya berharap dapat kembali ke sana, bukan sebagai petani yang menyaksikan kerugian pascapanen, melainkan sebagai ilmuwan yang membawa solusi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinergi Keberagaman: Implementasi Surah Al-Hujurat dalam Memperkokoh Barisan.

Satu Tema Seribu Cahaya: Tadabur Ayat Melalui Pendekatan Indeksasi

Menulis Tanpa Batas: Mengasah Fleksibilitas Pena di Berbagai Komunitas.